Qur'an dan Sunnah

Agama itu Nasehat

Bila Jodoh tak Kunjung Tiba !

Posted by Admin pada 03/05/2009

Siang datang bukan untuk mengejar malam, malam tiba bukan untuk mengejar siang. Siang dan malam datang silih berganti dan takkan pernah kembali lagi. Menanti adalah hal yang paling membosankan, apalagi jika menanti sesuatu yang tidak pasti. Sementara waktu berjalan terus dan usia semakin bertambah, namun satu pertanyaan yang selalu mengganggu Kapan aku menikah ??“.

Resah dan gelisah kian menghantui hari-harinya. Manakala usia telah melewati kepala tiga, sementara jodoh tak kunjung datang. Apalagi jika melihat disekitarnya, semua teman-teman seusianya, bahkan yang lebih mudah darinya telah naik ke pelaminan atau sudah memiliki keturunan. Baginya, ini suatu kenyataan yang menyakitkan sekaligus membingungkan. Menyakitkan tatkala masyarakat memberinya gelar sebagai “bujang lapuk” atau”perawan tua” , “tidak laku“.Membingungkan tatkala tidak ada yang mau peduli dan ambil pusing dengan masalah yang tengah dihadapinya.

Apalagi anggapan yang berkembang di kalangan wanita, bahwa semakin tua usia akan semakin sulit mendapatkan jodoh. Sehingga menambah keresahan dan mengikis rasa percaya diri. Sebagian wanita yang masih sendiri terkadang memilih mengurung diri dan hari-harinya dihabiskan dengan berandai-andai.

Ini adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri sebab hal ini bisa saja terjadi pada saudari kita, keponakan, sepupu atau keluarga kita. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini, tingginya batas mahar dan uang nikah yang ditetapkan. Hal ini banyak terjadi dinegeri kita -khususnya di daerah sulawesi-. Telah banyak kisah para pemuda yang sudah ingin sekali menikah, mundur dari lamarannya hanya karena tidak mampu menghadapi mahar yang ditetapkan. Setan pun mendapatkan celah untuk menggelincirkan anak-anak Adam sehingga melakukan perkara-perkara terlarang mulai dari kawin lari sampai pada perbuatan-perbuatan yang hina (zina), bahkan sampai menghamili sebagai solusi dari semua ini. Padahal agama yang mulia ini telah menjelaskan bahwa jangankan zina, mendekati saja diharamkan,

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”. (QS. Al-Israa’:32 )

Al-Allamah Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy-rahimahullah- berkata, “Di dalam larangan dari mendekati zina dengan cara melakukan pengantar-pengantarnya terdapat larangan dari zina –secara utama-, karena sarana menuju sesuatu, jika ia haram, maka tujuan tentunya haram menurut konteks hadits”.[Lihat Fathul Qodir (3/319)]

Pembaca yang budiman, sesungguhnya islam adalah agama yang mudah; Allah I telah anugerahkan kepada manusia sebagai rahmat bagi mereka. Hal ini nampak jelas dari syari’at-syari’at dan aturan yang ada di dalamnya, dipenuhi dengan rahmat, kemurahan dan kemudahan. Allah I telah menegaskan di dalam kitab-Nya yang mulia,

Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah; Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)“. (QS.Thohaa :1-3)

Allah I berfirman

Allah tidak menghendaki menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur.”(QS. : Al-Maidah: 6)

Namun sangat disayangkan kalau kemudahan ini, justru ditinggalkan. Malah mencari-cari sesuatu yang sukar dan susah sehingga memberikan dampak negatif dalam menghalangi kebanyakan orang untuk menikah, baik dari kalangan lelaki, maupun para wanita, dengan meninggikan harga uang pernikahan dan maharnya yang tak mampu dijangkau oleh orang yang datang melamar. Akhirnya seorang pria membujang selama bertahun-tahun lamanya, sebelum ia mendapatkan mahar yang dibebankan. Sehingga banyak menimbulkan berbagai macam kerusakan dan kejelekan, seperti menempuh jalan berpacaran. Padahal pacaran itu haram, karena ia adalah sarana menuju zina. Bahkan ada yang menempuh jalan yang lebih berbahaya, yaitu jalan zina !!

Di sisi yang lain, hal tersebut akan menjadikan pihak keluarga wanita menjadi kelompok materealistis dengan melihat sedikit banyaknya mahar atau uang nikah yang diberikan. Apabila maharnya melimpah ruah, maka merekapun menikahkannya dan mereka tidak melihat kepada akibatnya; orangnya jelek atau tidak yang penting mahar banyak !! Jika maharnya sedikit, merekapun menolak pernikahan, walaupun yang datang adalah seorang pria yang diridhoi agamanyadan akhlaknya serta memiliki kemampuan menghidupi istri dan anak-anaknya kelak. Padahal Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-telah mamperingatkan,

إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِيْنَهُ فَزَوِّجُوْهُ . إِلَّا تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِيْ الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

Jika datang seorang lelaki yang melamar anak gadismu, yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah (musibah) dan kerusakan yang merata dimuka bumi “[HR.At-Tirmidziy dalam Kitab An-Nikah(1084 & 1085), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah(1967). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (1022)]

Jadi, yang terpenting dalam agama kita adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan sekedar kekayaan dan kemewahan. Sebuah rumah yang berhiaskan ketaqwaan dan kesholehan dari sepasang suami istri adalah modal surgawi, yang akan melahirkan kebahagian, kedamaian, kemuliaan, dan ketentraman. Namun sangat disayangkan sekali, realita yang terjadi di masyarakat kita, jauh dari apa yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hanya karena perasaan “malu” dan “gengsi” hingga rela mengorbankan ketaatan kepada Allah; tidak merasa cukup dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan dalam syari’at-Nya. Mereka melonjakkan biaya nikah, dan mahar yang tidak dianjurkan di dalam agama yang mudah ini. Akhirnya pernikahan seakan menjadi komoditi yang mahal, sehingga menjadi penghalang bagi para pemuda untuk menyambut seruan Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya“. [HR. Al-Bukhoriy (4778), dan Muslim (1400), Abu Dawud (2046), An-Nasa’iy (2246)]

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- telah menganjurkan umatnya untuk mempermudah dan jangan mempersulit dalam menerima lamaran dengan sabdanya,

مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ تَسْهِيْلُ أَمْرِهَا وَقِلَّةُ صَدَاقِهَا

Diantara berkahnya seorang wanita, memudahkan urusan (nikah)nya, dan sedikit maharnya“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (24651), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2739), Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (14135), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (4095), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (3/158), Ath-Thobroniy dalam Ash-Shoghir (469). Di-hasan-kan Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (2231)]

Oleh karena itu, pernah seseorang datang kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- seraya berkata,”Sesungguhnya aku telah menikahi seorang wanita.” Beliau bersabda, “Engkau menikahinya dengan mahar berapa?” orang ini berkata:”empat awaq (yaitu seratus enam puluh dirham)”. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

عَلَى أَرْبَعِ أَوَاقٍ ؟ كَأَنَّمَا تَنْحِتُوْنَ الْفِضَّةَ مِنْ عَرْضِ هَذَا الْجَبَلِ مَا عِنْدَنَا مَا نُعْطِيْكَ وَلَكِنْ عَسَى أَنْ نَبْعَثَكَ فِيْ بَعْثٍ تُصِيْبُ مِنْهُ

Dengan empat awaq (160 dirham)? Seakan-akan engkau telah menggali perak dari sebagian gunung ini. Tidak ada pada kami sesuatu yang bisa kami berikan kepadamu. Tapi mudah-mudahan kami dapat mengutusmu dalam suatu utusan (penarik zakat) ; engkau bisa mendapatkan (empat awaq tersebut)“. [HR, Muslim(1424)].

Al-Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syarof An-Nawawiy-rahimahullah- berkata tentang sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang kami huruf tebalkan, “Makna ucapan ini, dibencinya memperbanyak mahar hubungannya dengan kondisi calon suami“.[Lihat Syarh Shohih Muslim (6/214)]

Perkara meninggikan mahar, dan mempersulit pemuda yang mau menikah, ini telah diingkari oleh Umar -radhiyallahu ‘anhu-. Umar -radhiyallahu ‘anhu- berkata,

أَلَا لَا تَغَالُوْا بِصُدُقِ النِّسَاءِ فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ مَكْرَمَةً فِيْ الدُّنْيَا أَوْ تَقْوًى عِنْدَ اللهِ لَكَانَ أَوْلَاكُمْ بِهَا النََّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَصْدَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِمْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ وَلَا أُصْدِقَتْ اِمْرَأَةٌ مِنْ بَنَاتِهِ أَكْثَرَ مِنْ ثِنْتَيْ عَشَرَ أُوْقِيَةٌ

Ingatlah, jangan kalian berlebih-lebihan dalam memberikan mahar kepada wanita karena sesungguhnya jika hal itu adalah suatu kemuliaan di dunia dan ketaqwaan di akhirat, maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang palimg berhak dari kalian. Tidak pernah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memberikan mahar kepada seorang wanitapun dari istri-istri beliau dan tidak pula diberi mahar seorang wanitapun dari putri-putri beliau lebih dari dua belas uqiyah (satu uqiyah sama dengan 40 dirham)” .[HR.Abu Dawud (2106), At-Tirmidzi(1114),Ibnu Majah(1887), Ahmad(I/40&48/no.285&340). Di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (3204)]

Pembaca yang budiman, pernikahan memang memerlukan materi, namun itu bukanlah segala-galanya, karena agungnya pernikahan tidak bisa dibandingkan dengan materi. Janganlah hanya karena materi, menjadi penghalang bagi saudara kita untuk meraih kebaikan dengan menikah. Yang jelas ia adalah seorang calon suami yang taat beragama, dan mampu menghidupi keluarganyanya kelak. Sebab pernikahan bertujuan menyelamatkan manusia dari perilaku yang keji (zina), dan mengembangkan keturunan yang menegakkan tauhid di atas muka bumi ini.

Oleh karena itu, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- perkah bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُ الْغَازِيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِيْ يُرِيْدُ التَّعَفُّفَ

Ada tiga orang yang wajib bagi Allah untuk menolongnya: Orang yang berperang di jalan Allah, budak yang ingin membebaskan dirinya, dan orang menikah yang ingin menjaga kesucian diri”. [HR. At-Tirmidziy (1655), An-Nasa’iy (3120 & 1655), Ibnu Majah (2518). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (3089)]

Orang tua yang bijaksana tidak akan tentram hatinya sebelum ia menikahkan anaknya yang telah cukup usia. Karena itu adalah tanggung-jawab orang tua demi menyelamatkan masa depan anaknya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran orang tua semua untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. Ingatlah sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-

إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ

Agama adalah mudah dan tidak seorangpun yang mempersulit dalam agama ini, kecuali ia akan terkalahkan“. [HR. Al-Bukhary (39), dan An-Nasa’iy(5034)]

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memerintahkan umatnya untuk menerapkan prinsip islam yang mulia ini dalam kehidupan mereka sebagaimana dalam sabda Beliau,

يَسِّرُوْا وَلَا تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلَا تُنَفِّرُوْا

permudahlah dan jangan kalian mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari“. [HR.Al-Bukhary(69& 6125), dan Muslim(1734)]

Syaikh Al-Utsaimin-rahimahullah- berkata, “Kalau sekiranya manusia mencukupkan dengan mahar yang kecil, mereka saling tolong menolong dalam hal mahar(yakni tidak mempersulit) dan masing-masing orang melaksanakan masalah ini, niscaya masyarakat akan mendapatkan kebaikan yang banyak, kemudahan yang lapang, serta penjagaan yang besar, baik kaum lelaki maupun wanitanya”.[Lihat Az-Zawaaj]

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 54 Tahun I. dikutip dari http://almakassari.com, Judul asli : Jeritan Anak Muda

BACA RISALAH TERKAIT:  Nasehat Bagi Wanita yang Terlambat Menikah

Diarsipkan pada: http://qurandansunnah.wordpress.com/

About these ads

23 Tanggapan to “Bila Jodoh tak Kunjung Tiba !”

  1. Hikmah San said

    infonya sangat bermanfaat sekali!! thanks!!

  2. salam……Segala apa yang ada pada diri kita ini adalah suatu ujian, dan dalam menghadapi ujian yang terbaik adalah bersabar dan selalu istiqomah dalam melaksanakan perintah ALLAH dalam kondisi lapang dan sempit. bukalah surah: AD_DAHR:2 (larangan dan perintah adalah ujian) dan surah AD-DAHR: 24, (bersabar dalam me;laksanakan ketetapan) semoga ita selalu menjadi Hambah yang selalu bertaqwa Surah: Ar-ra’d:20-24( orang bersabar akan mendapatkan Syurga,…wassalama..

  3. Islam itu penunjuk ke arah siratumustaqim..

  4. dennys said

    wahh..bagus n lengkap bgt yah penjabarannya…moga menjadi bimbingan bagi para kaum muda jaman sekarang yah…
    agar tetap bisa beribadah meski jaman sudah berubah…!!!!

  5. ISAAC said

    I JUST MENTION THIS :
    “Apalagi anggapan yang berkembang di kalangan wanita, bahwa semakin tua usia akan semakin sulit mendapatkan jodoh. Sehingga menambah keresahan dan mengikis rasa percaya diri. Sebagian wanita yang masih sendiri terkadang memilih mengurung diri dan hari-harinya dihabiskan dengan berandai-andai
    ALL EXCEPT IS ABULL NO SOLUTION

  6. Iya nih, kapan nikahnya ya? Masa STMJ (sudah tua masih jomblo) aja hehehe… Ga papa yg penting jadi jomblo bermartabat yang anti maksiat. Setuju?

  7. p3ny0 said

    artikel yg sangat bagus..
    sangat lengkap penjabaran maupun penjelasannya..

  8. cepot2009 said

    Haturnuhun artikelna… sae pisan. Insya allah manfaat.

  9. Ahmad abu firdausi said

    Insya Allah ana akan sering berkunjung..maklum,ana orang awam yg harus banyak belajar agama ini..semangat trus akhi…

  10. bangfad said

    wah sungguh bermanfaat

  11. Ivan said

    Bermanfaat sekali mas buat saya..ingin menikah tapi saya blm merasa siap untuk hal materi dan keuangan..Semoga Allah memudahkan jalan saya…Amien…

  12. Assalamualaikum,
    Aku awam tentang agama sendiri, maluuuu rasanya.
    Sungguh blog yang bermanfa’at dunia akhirat, dengan senang hati aku akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke sini. O ya boleh aku usul satu artikel? Kalo boleh, mohon dibahas tentang “Kesurupan dan Solusinya dalam Islam”…ditunggu!!! Terimakasih.

    wa’alaikum salam wearohmatullahi wabarokaatuh, insyaallah akan dipostingkan usulannya

  13. irwan said

    Rejeki, jodoh dan mati telah ditetapkan oleh Tuhan

  14. rofiq said

    hehehehe,,nasihat yang memberi q pencerahan..terima kasih banyak..

  15. hati menjadi tentram membacanya

  16. lilik erna said

    Saya ingin bertanya,bagaimana kah jika ayah tiri yang telah membesarkan saya dari kecil hendak menjodohkan saya dengan seorang pemuda yang mapan secara materi tapi tidak sholat dan ketika berbicara agama dengan saya maka pandangannya tidak sama dengan saya?????sementara saya menaruh hati pada seorang pemuda tetengga desa putra seorang imam masjid yang sedikit banyak tau tentang agama dan sholat 5 waktu dan pandangannya tentang aturan2 agama sama dengan saya,tapi pemuda ini belum siap menikah……dan orang tua saya bersikeras saya tidak boleh dengan pemuda ini karena alasan tetangga desa kalau saya memaksa menolak pilihan ayah dan memilih pemuda tetangga saya maka salah satu keluarga kami ada yang meninggal…..Terima kasih jika mau membalas….

  17. @Lilik Erna,

    anti punya hak untuk menolak, apalagi karena alasannya adalah alasan syar’i (alasan agama) karena kita di nasehatkan rasulullah sallallahu ‘alayhi wassalam untuk memilih pasangan karena dasar agamanya (haditsnya ada, tp lupa bunyinya).Dan ayah Lilik Erna tidak boleh memaksakan putrinya menikahi orang yg tidak disukai (sudah dibahas oleh ulama, af1, lg2 lupa dimana). coba cari info lanjutnya di almanhaj.or.id atau milis assunnah.
    kemudian, hati2 dgn kepercayaan bahwa jika begini dan begini maka akan ada anggota keluarga yg mati.ini adalah termasuk bagian dari syirik. karena Hanya Allah yg berhak menghidupkan dan mematikan. tidak ada suatu mussibah yg menimpa kecuali atas izin Allah.Allahu a’lam.

  18. musyasy said

    sesungguhnya kesabaran itu banyak pahalanya. belum menikah bukan berati dunia berakhir. laki-laki baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya, tinggal bagaimana memperbaiku diri sampai pada level “baik” so JAHID!!!!!

  19. usamah said

    assalamu’alaikum.selama hidup sy 45th ,semua majlis yg telah sy masuki blm prnah ada yg mempermudah pernikahan.kebanyakan dari mereka selalu mempersulit,menurut sy yg bodoh ini mereka kurang ilmu.di dukung rusaknya ahlak,semoga di sini ada kemudahan mendapatkan jodoh.amin…

  20. saudari said

    Assalamu alaikum waramtaullah.

    Saya sedih setelah membaca tulisan ini. Bukan sedih karena tersinggung mengenai : “Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini, tingginya batas mahar dan uang nikah yang ditetapkan. Hal ini banyak terjadi dinegeri kita -KHUSUSNYA DI DAERAH SULAWESI-.”, tapi lebih kepada nanti, memikirkan masa yang akan datang, masa di mana saya telah dilamar dan terjadi hal yang demikian, karena dalam keluarga besar saya pun melakukan hal yang demikian. Sering kali saya tak habis pikir & bertanya mengapa mereka kakak & para orang tua memikirkan seberapa besar mahar yang si pelamar miliki, SELALU masalahnya datang dari hal itu (pengalaman sodara2 saya sebelumnya) & alasan mereka pasti sama… Itu semua untuk keperluan pernikahan, resepsi & segala tetek bengek adat yang keluarga saya agung2kan. Padahal diri pribadi saya sendiri hanya mengidamkan resepsi yang ala kadarnya… tidak berlebihan & hal ini selalu dikembalikan ke adat istiadat dalam keluarga/suku oleh mereka & tidak boleh tidak mengundang para tetua dari keluarga besar kami yang pun boleh dikatakan bangsawan (bergelar sajalah saya katakan, melihat sekarang gelar itu sudah tidak terlalu diagung2kan lagi kecuali dalam hal lamaran saja). Dan saya pun seringkali memikirkan bahwa saya ini kurang pantas dihargai dengan mahar sebegitu besar.

    Kesedihan saya memikirkan mereka yang hendak melamar (baek melamar saya atau saudara/i saya yang lain) sangat terbebani dengan mahar yang diminta oleh pihak keluarga kami. Terkadang rasa tak percaya diri mereka & bahkan mereka depresi memikirkan tak sanggup menyanggupi sejumlah BESAR mahar yang diminta & tidak jarang mereka mundur dari lamaran. Dan hal ini yang membuat saya sedih karena orang tua/para tetua lainnya pun tahu mengenai ajaran Rasulullah SAW ini tetapi masih tetap saja menyulitkan dalam hal mahar.

  21. usamah said

    ternyata benar.tidak satupun yg katanya di majlis banyak orang berilmu mempermudah pernikahan.makanya sekarang byk pasangan pezina…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 672 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: