Qur'an dan Sunnah

Agama itu Nasehat

Hukum Makan Kepiting dan yang Hidup di Dua Alam

Posted by Admin pada 15/07/2009

Tanya :

Assalamu’alaykum. Ana ingin bertanya apa hukum makan kepiting?

(Abu Harits – taufik.harisxx@gmail.com)

Jawab :

Karena seringnya masalah ini dipertanyakan, maka mungkin ada baiknya jika kami menjawab dengan jawaban yang lebih umum, maka kami katakan:

Hewan air terbagi menjadi 2 :

a. Hewan yang murni hidup di air, yang jika dia keluar darinya, maka dia akan segera mati, contohnya adalah ikan dan yang sejenisnya.

b. Hewan yang hidup di dua alam, seperti buaya dan kepiting .

Lihat pembagian ini dalam Tafsir Al-Qurthuby (6/318 ) dan Al-Majmu’ (9/31-32)

Hukum hewan air bentuk yang pertama, menurut pendapat yang paling kuat- adalah halal untuk dimakan secara mutlak. Ini adalah pendapat Al-Malikiyah dan Asy-Syafi’iyah, mereka berdalilkan dengan keumuman dalil dalam masalah ini, di antaranya adalah firman Allah Ta’ala :

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ

Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut”. (Al-Qur’an Surat Al-Ma`idah: 96)

Adapun bangkainya maka ada rincian dalam hukumnya:

a. Jika dia mati dengan sebab yang jelas, misalnya: terkena lemparan batu, disetrum, dipukul, atau karena air surut, maka hukumnya adalah halal berdasarkan kesepakatan para ulama. Lihat Al-Mughny ma’a Asy-Syarhul Kabir (11/195)

b. Jika dia mati tanpa sebab yang jelas, hanya tiba-tiba diketemukan mengapung di atas air, maka dalam hukumnya ada perselisihan. Yang kuat adalah pendapat jumhur dari kalangan Imam Empat kecuali Imam Malik, mereka menyatakan bahwa hukumnya tetap halal. Mereka berdalilkan dengan keumuman sabda Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-:

هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ, اَلْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Dia (laut) adalah pensuci airnya dan halal bangkainya”. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzy, An-Nasa`iy, dan Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Imam Al-Bukhary). Lihat At-Talkhish (1/9)

[Al-Bidayah (1/345), Asy-Syarhul Kabir (2/115), Mughniyul Muhtaj (4/291), dan Al-Majmu’ (9/32,33), Al-Mughny ma’a Asy-Syarhul Kabir (11/84,195]

Adapun bentuk yang kedua dari hewan air, yaitu hewan yang hidup di dua alam. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat Asy-Syafi’iyah yang menyatakan bahwa seluruh hewan yang hidup di dua alam baik yang masih hidup maupun yang sudah jadi bangkai seluruhnya adalah halal kecuali kodok. Mereka berdalilkan dengan keumumam ayat dan hadits di atas. Dikecualikan darinya kodok karena ada hadits yang mengharamkannya. Yaitu:

Hadits Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu-, beliau berkata:

نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ وَالضِّفْدَعِ وَالنَّمْلَةِ وَالْهُدْهُدِ

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang membunuh shurod(1), kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih).

Sisi pendalilannya, bahwa semua hewan yang haram dibunuh maka memakannya pun haram. Karena tidak mungkin seekor binatang bisa dimakan kecuali setelah dibunuh. Lihat Al-Majmu’ (9/32-33)

Wallahu A’lam bis Showab.

1. Shurod adalah sejenis burung yang hidup di jazirah arab

Diambil dari http://almakassari.com/?p=75. Oleh : Al-Ustadz Hammad Abu Mu’awiyyah, Judul Asli : Hukum Makan Kepiting dan yang Hidup di Dua Alam

Baca Risalah terkait: Hukum Air Laut dan Bangkai Binatang Laut

About these ads

11 Tanggapan to “Hukum Makan Kepiting dan yang Hidup di Dua Alam”

  1. ini adalah blog yang mencerdaskan dan meluruskan banyak hal!

  2. indra1082 said

    Salam damai…..
    Piss

  3. Hasan Syeahroni said

    Assalam

    Makanlah kalian makanan yang diridhai oleh Allah Swt.

    Wassalam

  4. rioardi said

    Assalamualikum akhi…
    ini kunjungan pertama ana ke blog antum!! heheheh..
    salam kenal ya… artikelnya menarik banget…
    ana pernah makan kepiting waktu tu dihutan… kebetulan ana anak kehutanan Universitas SUmatera Utara… hemm enak sih… tapi waktu itu kedesak banget.. bekal udah habis eh pas coba mancing berharap dapat ikan yang dapat kepiting,… tu hukumnya gimana akh??
    ana tambahin antum ke blogroll ana ya akh

    wa’alaikum salam wrohmatullahi wabarokaatuh.
    silahkan..

  5. Makasih atas pencerahannya..
    .

  6. restava said

    Salam kenal! Duh akhirnya jelaslah…bahagia ada blog yang akhirnya bisa mencerahkan seperti blog ini

    Terima kasih semua ilmunya!

  7. abu yahya said

    assalamu’alaykum
    di sebutkan dalam artikel di atas, bahwasanya buaya adalah termasuk hewan air yang hidup di dua alam.
    jadi apakah bisa di simpulkan bahwa buaya hukumnya halal??
    jazakallohu khoir..

    wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokaatuh.
    halal, demikian pendapat Imam syafi’i dalam pembahasan diatas. kalau antum mau memakannya tafadhol. barakallahufiik

  8. Mifta said

    Assalamu’alaykum..
    wah..jadi makan kepiting halal-halal saja..
    syukurlah..soalnya jenis makanan ini adalah makanan favoritku..hehe..sulit nolaknya..

  9. berarti makan kepiting aman dong yah….

  10. [...] Hukum Makan Kepiting dan yang Hidup di Dua Alam [...]

  11. Ujang hadziq said

    Syukron katsir atas refrensi yg ada diblog antum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 686 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: